Desain

Prinsip UI/UX yang membantu developer

Ilustrasi desain UI dan prototipe

Desain yang “bagus di Figma” sering gagal di produksi karena edge case tidak didiskusikan: daftar kosong, jaringan lambat, dan pesan error yang membingungkan. Developer membutuhkan konteks yang sama dengan desainer.

Berikut prinsip ringkas yang mempercepat handoff: fokus pada hierarki visual, umpan balik sistem, dan aksesibilitas dasar — tanpa menuntut pixel-perfect berlebihan.

Hierarki, jarak, dan konsistensi

Gunakan skala spacing dan ukuran tipe yang terbatas (design token). Ini mengurangi pertanyaan “berapa pikselnya?” di Slack dan membuat implementasi di Tailwind atau CSS variables lebih lurus.

  • Satukan arti warna untuk status: sukses, peringatan, error — jangan mencampur makna antar fitur.
  • Berikan contoh state hover, focus, dan disabled untuk komponen interaktif utama.
  • Tandai konten yang bersifat opsional vs wajib agar layout tidak “pecah” saat data tidak lengkap.

Empty, loading, dan error

Tiga state ini menentukan apakah pengguna percaya produk matang. Rancang copy singkat dan aksi lanjutan (coba lagi, hubungi dukungan) sebelum engineer mengisi placeholder generik.

Untuk aksesibilitas, pastikan kontras teks memadai, label untuk input, dan urutan tab yang masuk akal — checklist kecil yang menghindari rework besar menjelang rilis.